5 Alasan Cristiano Ronaldo Lebih Andal Ketimbang Salah


Mohammed Salah belakangan sukses mencuri perhatian bersama Liverpool. Namun, ia diprediksi tak akan sanggup lebih andal dari megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Bintang asal Mesir itu memang tengah fenomenal. Salah sejauh ini sukses mengemas total 45 gol di semua kompetisi, 31 di antaranya dikemas pada Liga Inggris yang menunjukan kecermelanganya untuk The Reds.

Kendati demikian, nyatanya banyak yang prediksi jikalau Salah belum sanggup selevel Ronaldo. Pembuktiannya tentu saja nanti di final Liga Champions yang mempertemukan Liverpool vs Real Madrid dan uji coba antara Portugal vs Mesir.

Ada lima alasan yang melatari anggapan Ronaldo masih lebih andal dari Salah? Apa saja? Berikut daftarnya dikutip dari Sportskeeda:

5. Pengalaman

Cristiano Ronaldo menyumbang satu gol dikala Real Madrid menahan imbang Barcelona 2-2 dalam lanjutan Liga Spanyol bertajuk El Clasico di Camp Nou, Senin (7/5/2018). (Josep LAGO / AFP)
Kapten Portugal itu kini berusia 33 tahun dan mempunyai banyak pengalaman bermain di level atas. Salah, tentu lebih muda, tetapi dalam pertandingan terbesar, pengalaman selalu jadi yang utama, terutama ketika menyangkut Cristiano Ronaldo.

Setiap kali orang-orang mengkritiknya alasannya mulai senja, ia kembali dengan lebih kuat. Dia tahu bahwa tubuhnya tidak mendukungnya menyerupai dulu, jadi ia memakai pengalamannya untuk memanfaatkan waktu di lapangan.

Pergerakan tanpa bolanya ialah bukti bahwa ia selalu mencari ruang kecil untuk berlari ke dalam dan memaksimalkan peluangnya demi mencetak gol. Musim ini, ia sudah membuktikannya.

4. Portugal Tim yang Lebih Baik

Pemain depan Portugal, Cristiano Ronaldo (kiri) (KEYSTONE/Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)
Portugal ialah juara Eropa dikala ini dan terang mempunyai tim yang lebih kuat dari Mesir. Terlebih lagi, mereka mempunyai lebih banyak pemain berbakat daripada tim yang memenangkan Euro pada tahun 2016.

Bernardo Silva, Gelson Martins, Goncalo Guedes, dan Ruben Neves ialah pemain berbakat yang menciptakan Portugal menjadi lebih kuat. Ada pula Andre Silva yang diklaim Cristiano sebagai pewaris takhta Portuga

Sementara Mesir, boleh dibilang hanya terpaku dengan Salah. Bila saja pemain Liverpool itu dimatikan, mungkin saja permainan Mesir mandek.

3. Tidak ada tekanan

Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo (kiri), bersama Jesus Vallejo, pemain yang jarang mendapat kesempatan bermain di Real Madrid. (AFP/Oscar del Pozo)
Dalam uji coba Portugal Vs Mesir nanti, tekanan tentu dirasakan oleh kedua mega bintang Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah. Ini alasannya adu ini hanya persahabatan jelang Piala Dunia.

Meski begitu, Portugal dan Mesir tentu berharap banyak kepada dua bintang mereka ini. Soalnya, keduanya sudah bersinar dengan klub masing-masing sepanjang ekspresi dominan ini.

Karena berstatus adu persahabatan, para pemain benar-benar sanggup menikmati permainan. Dalam kondisi menyerupai ini, Ronaldo biasanya merobek pertahanan lawan dengan ganas.

Mengingat bahwa pertahanan Mesir tidak sekuat beberapa tim terbaik di Eropa yang biasanya dihadapi oleh Portugal, Ronaldo diyakini bakal menjadi adu bintang di adu persahabatan nanti.

2. Ronaldo Dalam Performa Apik

Ekspresi pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo dikala melaksanakan selebrasi usai mengalahkan Bayern Munchen dalam pertandingan semifinal Liga Champions di stadion Santiago Bernabeu, Spanyol (1/5). (AP/Paul White)
Di awal musim, Ronaldo dalam kondisi buruk. Dalam 14 pertandingan liga pertamanya, ia hanya mencetak empat gol. Namun dikala kritik tajama datang, CR7 malah bangkit.

Dalam 9 pertandingan berikutnya, ia berhasil mengumpulkan 22 gol dengan mencetak 18 gol dalam rentang waktu itu. Ronaldo sukses catat rasio dua gol per pertandingan.

Sedang, Mohamed Salah mungkin juga dalam penampilan elok mencetak empat gol dalam beberapa adu terakhir. Salah mempunyai 12 di 10 pertandingan terakhirnya dengan tiga assist.

Akan tetapi CR7 lebih istimewa.Dalam 10 pertandingan terakhirnya, Ronaldo telah mencetak 19 gol dan juga menunjukkan tiga assist.

1. Status Kapten

Pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo mengontrol bola dikala sesi latihan di Munich, Jerman, Selasa (24/4). Real Madrid akan dijamu Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions. (Andreas Gebert/dpa/AFP)
Ketika Ronaldo memegang ban kapten, penampilannya begitu berapi-api. Orang tidak pernah melupakan bagaimana ia membiarkan Karim Benzema mengambil penalti melawan Alaves alasannya ia ingin striker Prancis itu masuk dalam daftar pencetak gol.

Ini terjadi ketika Ronaldo melaksanakan hat-trick dan sanggup mencetak gol dari penalti. Jiwa kepemimpinannya itu lah yang juga bikin Portugal juarai EURO 2016 lalu.

Tentu, dalam adu nanti andai jadi starter Ronaldo niscaya menjabat sebagai kapten. Bisa dibuktika nanti betapa berpengaruhnya CR7 dikala memimpin pasukannya lawan Mesir.

Eka Setiawan

Sumber : Liputan6.com