Apa Itu Erupsi Freatik Merapi



Erupsi Freatik ialah proses keluarnya magma ke permukaan bumi lantaran efek uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara pribadi ataupun tidak langsung.

Infonya bukan erupsi, tp ada dinding kawah yg longsor

Letusan freatik datangnya tidak sanggup diprediksi sehingga masyarakat yang tinggal di tempat zona ancaman harus waspada. Letusan itu muncul setiap ekspresi dominan hujan lantaran dipicu oleh air yang meresap dari puncak kawah.

Letusan jenis ini diprediksi tidak akan merusak lantaran yang mayoritas dikeluarkan berupa bubuk vulkanik, pasir, serta kerikil kecil. Untuk pasir dan kerikil kecil tidak akan jauh loncatannya dari sekitar kubah, namun untuk bubuk sanggup jauh lantaran dibawa angin.

Sementara letusan magmatik berasal dari perut Merapi. Bebatuan yang besar dan panas di dalam perut bumi keluar melalui celah retakan kubah yang paling pendek. Letusan ini terjadi berulang-ulang sehingga sanggup dipelajari kapan letusan dahsyat akan terjadi.


PRESS RELEASE ERUPSI FREATIK GUNUNGAPI MERAPI 11 MEI 2018

Telah terjadi erupsi Gunungapi Merapi pada tanggal 11 Mei 2018 pukul 7:40 WIB dengan durasi kegempaan 5 menit. Ketinggian kolom erupsi mencapai 5500 m di atas puncak. Erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air).  Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik G. Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan. Namun demikian, sempat teramati peningkatan suku kawah secara singkat pada pukul 6:00 WIB (sekitar 2 jam sebelum erupsi). Pasca erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang.

SUMBER DATA
KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

https://magma.vsi.esdm.go.id