Avicii Dilaporkan Meninggal Alasannya Ialah Bunuh Diri

Avicii Dilaporkan Meninggal alasannya ialah Bunuh Diri

DJ kenamaan asal Swedia, Tim Bergling alias Avicii, meninggal dunia pada 20 April lalu. Kini kematiannya dilaporkan sejumlah media alasannya ialah bunuh diri.

Kabar tersebut dihembuskan oleh media isu TMZ. Perwakilan Avicii tidak menawarkan akhir dikala AFP meminta jawaban atas kabar tersebut.

Namun sebelumnya keluarga Avicii menawarkan arahan bahwa sang DJ berjuang keras dengan hidupnya dan tak dapat menahannya lebih lama.

"Dia sangat berjuang keras dengan aneka macam pikiran soal arti dirinya, kehidupan, dan kebahagiaan. Dia tak dapat lagi menahannya lebih lama. Dia ingin menemukan kedamaian," kata keluarga Avicii dalam pernyataannya.

TMZ, mengutip sumber anonim, menyebutkan bahwa Avicii meninggal bunuh diri.

Sebelumnya musisi tersebut ditemukan meninggal dunia pada 20 April kemudian dikala dalam liburannya di Oman.

Polisi di negara tersebut menyampaikan tidak ada indikasi kematiannya mencurigakan.

Avicii telah usang mengakui masalahnya dengan kecanduan alkohol dan perjuangannya sebagai seorang introvert dalam menyesuaikan diri dengan gaya hidup DJ yang sarat akan pesta.

Dia menciptakan kaget penggemarnya pada 2016 dengan memutuskan pensiun dari tur di usia gres 26 tahun. Meski begitu, ia tetap kembali ke studio.

Avicii merupakan satu dari kelompok DJ pertama yang membawa electro dance music (EDM) ke ranah musik arus utama.



Ia juga kerap mengikuti bermacam-macam ekspo dan menguasai daftar putar radio melalui karyanya yang berkolaborasi dengan sejumlah musisi dunia, menyerupai Madonna dan Coldplay.

Usai kabar kematiannya berhembus, musik Avicii kembali menguasai tangga lagu. Ketiga albumnya, dua album studio dan satu album kolaborasi, muncul ke tangga album Billboard 200.

True yang merupakan album debut Avicii pada 2013 yang sempat meraih peringkat lima, kembali ke tangga album di posisi 22 pada pekan lalu, usai kabar ia meninggal dunia terkuak di media.

Sumber : CNN Indonesia.com