Hidangan Makan Malam Yang Sarat Akan Simbol Hadir Menutup Pertemuan Ktt Antar Korea

Hidangan Makan Malam Yang Sarat Akan Simbol Hadir Menutup Pertemuan KTT Antar Korea

Berita - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea berakhir pada Jumat (27/4/2018). Pada program makan malam Korea Selatan (Korsel) telah mengumumkan bahwa menu yang disajikan yaitu makanan khas Korea Utara (Korut), serta dari kampung halaman Presiden Korsel Moon Jae In.

Diwartakan CNN Selasa (24/4/2018), berikut merupakan nama-nama menu pada jamuan makan malam KTT Antar-Korea beserta maknanya.

1. Naengmyeon Pyongyang

Hidangan mi hambar ini berbentuk kecil kecoklatan yang berasal dari kota Korut ibarat Pyongyang dan Hamhung ini juga digemari di Korsel.

Pemimpin Korut Kim Jong Un telah setuju untuk membawa koki kepala dari Okryu-gwan, sebuah restoran di Pyongyang yang populer akan Naengmyeon-nya.

Penyajian Naengmyeon merupakan bentuk doktrin baik Kim untuk menyambut pertemuan antar-Korea ketiga sehabis 2000 dan 2007 tersebut.

2. Salad Gurita Dingin

Gurita yang menjadi materi utama menu ini diambil dari kota tepi pantai Tongyeong, yang menjadi rumah komposer musik klasik Yoon Yi Sang.

Yoon yang menghabiskan masa tuanya di Jerman itu dikenal sebagai penggerak demokrasi ketika masa kediktatoran Park Chung Hee (1963-1979).

3. Rosti Swiss ala Korea

Hidangan pembuka yang merupakan kentang goreng Swiss itu disajikan untuk mengenang masa muda Kim Jong Un ketika berada di negara penghasil arloji itu.

4. Pyeonsu

Makanan ini yaitu sejenis pangsit yang berisi ikan Croaker dan timun laut. Koki mengambil dua materi isian itu dari Gageodo.

Gageodo merupakan nama pulau di Laut Kuning yang menjadi kampung halaman mendiang Presiden Kim Dae Jung.

Kim Dae Jung yaitu presiden Korsel yang menghelat KTT Antar-Korea pertama di Pyongyang, pada 13-15 Juni 2000.

5. Dalgogi Panggang

Hidangan maritim lainnya yang disajikan ketika KTT Antar-Korea. Bahan untuk menciptakan makanan ini diambil dari Busan.
Kota di selatan Korsel tersebut yaitu tempat Presiden Moon Jae In menghabiskan masa kecilnya.

6. Daging Sapi Panggang

Daging untuk menu ini diambil dari Peternakan Seosan yang terletak di Provinsi Chungnam yang berada di barat Korsel.

Pada dekade 1990-an, pendiri perusahaan Hyundai, Chung Ju Yung, menyeberangkan ratusan sapinya melewati zona demiliterisasi sebagai bantuan untuk Korut.

7. Bibimbap

Hidangan selanjutnya yaitu bibimbap, makanan yang terdiri dari nasi, sayuran, dan telur yang disajikan di mangkuk.

Nasi di bibimbap diambil dari desa Bongha di Provinsi Gimhae, kampung halaman mantan Presiden Roh Moo Hyun.

Roh duduk semeja dengan mendiang Kim Jong Il, ayah Kim Jong Ul, pada KTT Antar-Korea kedua di Pyongyang pada 2007. Adapun sayurannya dilaporkan dipetik dari zona demiliterisasi.

8. Kakap Merah dan Lele Kukus

Lele merupakan ikan yang dimakan oleh masyarakat di Semenanjung Korea ketika menggelar pesta.

Juru bicara Korsel berujar, menu lele memiliki simbol bahwa Korut dan Korsel memiliki banyak kesamaan. Adapun kakap merah merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di kedua negara.

9. Mousse Mangga

Seoul menyatakan, mangga disertakan dalam daftar menu KTT Antar-Korea sebagai lambang energi dari demam isu semi.

10. Kue Beras dan Teh

Makanan epilog ini diambil dari dua tempat. Teh rasa pinus berasal dari Gunung Baekdudaegan yang terletak di daerah paling utara Korut.

Adapun makanan ringan anggun Hallabong berasal dari Pulau Jeju, salah satu daerah wisata populer yang ada di Korsel.

Masing-masing menu ini memiliki arti simbolis. Baekdudaegan merupakan bab dari Gunung Paektu. Gunung tersebut merupakan tempat suci bagi rakyat Korea, dan dipercaya menjadi tempat lahir dari pendiri Kerajaan Korea.

Jeju, yang dijuluki Pulau Perdamaian, dikenal sebagai rumah bagi penggerak demokrasi yang menentang kediktatoran di Korsel.

Penulis: Ardi Priyatno Utomo Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber : Kompas.com

Komentar