Keluarga Pengusaha Kusein Ini Menghebohkan Warga


Densus 88 menggeledah rumah Tri Murtiono dan keluarga, pelaku bom Polrestabes Surabaya. Meski berstatus rumah kontrakan, kediaman Tri di Surabaya terbilang cukup besar.

Ketua RW setempat, Muhammad Amim mengatakan, Tri bersama keluarg membuka perjuangan di rumah kontrakan itu. Usaha berama Almini itu bergerak di bidang pembuatan mebel, yakni pembuatan kusen pintu.

"Di sini juga (terduga pelaku) ada perjuangan namanya Almini, buat kusen," kata Amim di Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5).

Sepengatahuan Amim, Tri menjalankan usahanya menurut pesanan saja. Tapi, ia tidak tahu persis proyek apa yang Tri geluti.

"Tapi ia ditanya cuma proyek gitu aja. Proyek apa ya enggak tahu. Tapi proyek ya enggak pernah mengerjakan," imbuh dia.

Namun, Amim menerka perjuangan kusen ini hanya sebagai kedok belaka. Amim juga kerap melihat Tri membawa karsus ke dalam rumah kontrakan yang gres dihuni semenjak Januari 2018 itu.

"Tapi hanya dibentuk kedok. Ternyata ia itu pagi sore sering bawa kardus, enggak tau isinya apa. Itu ternyata di sini ada teroris itu," ucap dia.

Densus 88 eksklusif menggeledah rumah Tri sesaat sehabis mengetahui identitas dirinya dan keluarga. Garis polisi juga terpasang sejauh 50-100 meter dari rumah Tri. Polisi juga tidak mengizinkan wartawan untuk mengekspos lebih jauh soal rumah kontrakan Tri dengan alasan keamanan.

Warga bersama anggota Polisi Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia masih berjaga di sekitar rumah Tri.
Densus 88 berhasil menemukan Kartu Keluarga pelaku bom Polrestabes Surabaya. Mereka adalah Tri Murtiono (49), Tri Ernawati (42), Muhammad Dafa Amin Murdana (16), Muhammad D. Satria Murdana (14). Keempatnya tewas sehabis bom meledak. Sedangkan, anak bungsu Tri yang berusia 7 tahun selamat dirawat di RS Bhayangkara.

Sumber : Kumparan.com