Kenalan Yuk Sama Generasi Z! Apakah Kau Termasuk Salah Satunya?


Sering mendengar kata generasi milenial? Hmm, kayaknya sebentar lagi generasi milenial udah enggak zaman lagi nih girls.

Yap, bener banget seiring dengan berkembangnya peradaban, generasi milenial bakal tergeser oleh generasi Z atau sering juga disebut GenZ atau iGen.

Penasaran lebih lanjut soal Generasi Z? Yuk, simak klarifikasi berikut ciri-cirinya. Apakah kau termasuk salah satunya?

Kenalan sama Generasi Z

Generasi Z yakni mereka yang lahir pada tahun 1996-2010. Generasi ini yakni orang-orang yang lahir di generasi internet, artinya generasi yang menikmati teknologi sehabis kelahiran internet. Berbeda dengan generasi milenial (1977-1995) yang masih mengalami proses pembiasaan dengan teknologi gres pada ketika internet lahir.

Menurut data Sensus Penduduk Indonesia pada tahun 2010, jumlah Generasi Z mencapai 68,02 juta jiwa (28,86%) dan sekitar 2,5 miliar jiwa atau 34,05% di seluruh dunia menurut penghitungan UN, World Population Estimate yang dilakukan pada tahun 2015.

Karakter Generasi Z

Lahir di pertengahan tahun 90an, lebih banyak didominasi orang renta dari Generasi Z yakni para Generasi X (1965-1976) dan ada pula Generasi Y atau Generasi Milenial.

Sementara untuk karakter, berikut ini yakni citra sederhana perihal huruf yang dimiliki oleh Generasi Z:

1. Berpendidikan tinggi

Generasi Z diramalkan akan mempunyai presentase lulusan universitas lebih banyak dibandingkan dengan generasi sebelumnya, termasuk generasi milenial. Generasi Z juga gampang menyesuaikan diri dengan penelitian berbasis web dan sering berguru sendiri melalui sumber-sumber berguru online menyerupai Youtube, Google atau Pinterest.

Generasi Z sanggup mempelajarai hal-hal yang kompleks dan bagaimana megoperasikan sistem komputer dengan mudah.

2. Melek teknologi

Tiada hari tanpa ponsel dan smart phones. Dalam kesehariannya, Generasi Z sering sibuk degan media umum yang mereka miliki. Untuk media umum sendiri, Generasi Z menyebut Facebook hanya untuk generasi yang lebih tua, dan lebih menentukan Instagram atau Snapchat.

Dilain pihak, melek teknologi juga memperlihatkan pengaruh negatif yakni ketergantungan atau kecanduan yang mengakibatkan tidak bisa lepas dari teknologi menyerupai ponsel pintar.

3. Multitasking

Generasi Z cenderung melaksanakan aneka macam acara dalam satu waktu yang bersamaan atau multitasking. Generasi Z bisa menuntaskan persoalan-persoalan yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat. Itulah sebabnya, Generasi Z lebih cocok bekerja di perusahaan dengan kemudahan modern.

4. Agen perubahan

Generasi Z mempunyai misi menjadi distributor perubahan. Oleh alasannya itu, banyak diantara mereka yang menyalurkan aspirasi mereka lewat blog, personal sosial media, sampai menerbitkan buku.

5. Toleran dengan perbedaan

Generasi Z juga mempunyai huruf yang toleran dan menghargai perbedaan budaya. Lewat media sosial, mereka bebas mengekspresikan perasaan dan pikirannya dengan spontan. Generasi Z juga terbilang aktif dalam gosip berbau lingkungan.

6. Tidak fokus

Kemampuan multitasking yang tinggi, di lain pihak membawa pengaruh kurangnya konsentrasi dan fokus terhadap apa yang mereka kerjakan.

7. Individualis

Generasi ini memiiki sifat egosentris atau individualis. Mereka menginginkan hal instan dan mudah sehingga kurang menghargai proses. Ini juga menjadi penyebab Generasi Z tidak sabaran dan cepat marah.

Terlalu asyik dengan gadget menciptakan mereka seakan mempunyai dunia sendiri sehingga kompetensi sosialnya menjadi berkurang.

8. Jarang nonton TV

Generasi inijuga mempunyai kecenderungan jarang menonton TV lantaran informasi yang mereka peroleh kebanyakan berasal dari ponsel bakir mereka.

Beda Generasi Z dengan generasi sebelumnya

Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, terutama Generasi Milenial, Generasi Z mempunyai jiwa entrepreneur yang lebih tinggi. Karena sifat individualitas mereka yang tinggi, Generasi Z mengharapkan lingkungan pekerjaan yang lebih mandiri.

Pada ketika belanja, Generasi Milenial lebih mementingkan harga barang ketimbang Generasi Z. Para Milenial juga lebih sering melihat iklan online sebelum membeli barang, sementara Generasi Z cenderung mengandalkan review dari teman atau saudara untuk pertimbangan belanja.

Generasi Z juga dikatakan lebih global dibandingkan dengan Generasi Milenial. Milenial sering disebut sebagai generasi ‘global’ pertama yang tidak bisa lepas dari perangkat elektronik menyerupai ponsel bakir atau tablet. Tapi ternyata, Generasi Z lah yang lebih memperlihatkan rasa kecanduan terhadap perangkat elektronik tersebut.

Kecenderungan terhadap saluran perangkat elektronik yang semakin meningkat, mengakibatkan proses perlakuan advertising dan marketing oleh produsen terhadap Generasi Z sebagai konsumen pun juga berbeda.

(Sumber: genhq.com, jmu.edu, nielsen.com, huffingtonpost.com, tirto.id)

Sumber cewekbanget.grid.id