Keras, Faktual Dan Sengit! Olahraga Unik Khas Italia, Pertandingan Yang Digemari Publik

Calcio Storico | Unilad


Keras, Nyata dan Sengit! Olahraga Unik Khas Italia, Pertandingan yang Digemari Publik

Olahraga - Di Italia ada sebuah permainan berjulukan Calcio storico. Memang permainan ini tidak familiar dikalangan internasional. Namun, bahu-membahu calcio storico yakni jenis olahraga yang biasa dimainkan oleh kebanyakan orang. Namun, olahraga asal Italia ini ada keunikan tersendiri.

Calcio storico diciptakan pada masa Renaisans Italia, yaitu permainan yang dimainkan oleh dua tim yang bertarung di lapangan untuk memperjuangkan tim masing-masing dan menyerang gawang lawan. Sepak bola biasa, hoki, lacrosse, rugby, dan sepak bola Amerika dipelopori oleh olahraga tersebut.

Pemain saling berpautan dalam pertandingan calcio storico 2017 (Clara Vanucci, Institute)


Keunikan dalam permainan Calcio storico yakni keras, nyata, dan sengit. “Itulah mengapa banyak orang yang tiba untuk menyaksikan,” ujar Carla Vanucci, fotografer Italia yang menonton pertandingan dan pernah memotret pertandingan tiga tahun silam.

Aturan mainnya, dua tim dari 27 pemain masing-masing memulai pertandingan di sisi lapangan yang berbeda. Bola diletakkan di tengah. Selama 50 menit, para lelaki berotot saling berusaha menggiring bola ke gawang lawan.

Dulunya, hanya penduduk orisinil Florence yang diperbolehkan mengikuti pertandingan ini. Namun kini, pemerintah mengizinkan dua orang nonlokal untuk bergabung di setiap tim. Ketika pertandingan berlangsung, seluruh penonton memusatkan perhatiannya pada “pertarungan tangan” para pemain.

Pada salah satu pertandingan di Juni lalu, sebuah tim merekrut seorang atlet bela diri adonan yang profesional dari Inggris. Pria tersebut berjuang sampai berlumuran darah dan nyaris pingsan. Namun, ia tetap bangun dan melanjutkan kembali “pertempuran”nya.

Seorang pemain berlari membawa bola pada simpulan 2017. (Clara Vanucci, Institute)


Banyak “korban” yang ditimbulkan dari olahraga ini. Pemain seringkali meninggalkan lapangan dengan wajah berdarah, tungkai patah, bahkan tulang menyembul dari kulit mereka.

Dengan pengorbanan menyerupai itu, mereka nggak menginginkan hadiah yang sanggup dihitung kuantitasnya. Seperti olahraga lainnya, harga yang paling sepadan yakni kemenangan.

Para suporter mengisi tribun sebelum simpulan 2015. (Clara Vanucci, Institute)

Apakah calcio storico mensugesti perkembangan olahraga modern, atau justru menghapusnya? Jawabannya: mungkin keduanya. Namun, pertanyaan yang lebih baik mungkin yakni mengapa orang Italia menyukai olahraga berdarah menyerupai itu dimainkan di daerah terbuka, menyerupai Piazza Santa Croce di Florence.

Ternyata, ada pujian budaya yang sangat besar dalam sejarah permainan. Vanucci berkata,”Ini yakni cara untuk membebaskan sisi “binatang” publik dan para pemain”.

Pertarungan dengan memakai kekerasan biasanya dianggap sebagai kejahatan. Namun, tampaknya pemerintah lebih tahu apa yang diinginkan publik.

Sumber : hai-online.com

Komentar