Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mahfud Md: Hingga Detik Ini Anggota Bpip Belum Digaji

Mahfud MD angkat bicara soal besaran honor BPIP. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Viaberita.com, Jakarta - Publik diramaikan dengan Perpres No 42 Tahun 2018 perihal hak keuangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Berdasarkan Perpres itu, Ketua Dewan Pengarah BPIP yang ketika ini dijabat Megawati Soekarnoputri menerima hak keuangan Rp112.548.000.

Para anggota dewan pengarah terdiri dari Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Ma'ruf Amin, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya mendapatkan Rp100.811.000.

Menanggapi hal itu, Mahfud menegaskan hingga ketika ini dirinya belum mendapatkan sepeserpun honor semenjak dilantik sebagai anggota dewan pengarah BPIP pada 7 Juni 2017 silam.

"Bukan hingga awal 2018, Mbak. Tapi hingga detik ini," kicau Mahfud lewat akun twitter @mohmahfudmd, Rabu (20/5).

Penegasan tersebut disampaikan Mahfud menanggapi kicauan putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid yang menerima info hingga awal 2018 anggota BPIP tidak menerima gaji. Selain belum mendapatkan gaji, Mahfud juga mengaku tak mau urusan dengan hal tersebut.

"Malah kami rikuh untuk membicarakan itu, bahkan di internal kami sendiri. Mengapa? Karena pejuang ideologi Pancasila itu harus berakhlaq, tak boleh rakus atau melahap uang secara tak wajar," kicau Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan selama ini pihaknya hanya mengurus anggaran kegiatan, bukan gaji. Mahfud mengapresiasi jikalau lalu ada yang menguji perpres honor itu ke Mahkamah Agung (MA).

Mahfud menekankan, pihaknya tidak pernah meminta gaji, namun pemerintah sendiri yang menyediakannya sehabis melihat kerja-kerja yang sudah didapat selama satu tahun. Hal itu kata Mahfud sudah sesuai peraturan perundang-undangan.

"Perpres perihal honor itu dibahas oleh lintas kementerian dan BPIP dihentikan ikut-ikut dalam soal itu," kicau Mahfud.

Mahfud menjelaskan honor pengarah BPIP itu tolong-menolong dimaksudkan sebagai biaya operasional. Tampak lebih besar dari honor menteri alasannya yaitu honor menteri terpisah dari pemberian operasional yang juga besar.

"Tapi kalau BPIP gajinya itulah yang jadi biaya operasional," tambah Mahfud.

Mahfud tak mau urusan dengan persoalan honor tersebut. Hal itu juga sudah disampaikan Megawati Soekarnoputri dan Try Sutrisno yang kerap berpesan jikalau forum BPIP menyandang idologi pancasila sehingga jangan hingga ada perkara atau kesan anggotanya memakan uang negara.

Mantan Menteri Pertahanan itu menggarisbawahi bahwa di kalangan pimpinan BPIP tampaknya sudah ada komitmen tidak akan pernah meminta gaji.

"Sampai hari ini pun Dewan Pengarah tak serupiahpun pernah menerima bayaran dari kesibukan yang luar biasa di BPIP. Kemana-mana kami pergi tidak didanai oleh BPIP," kata Mahfud.

Sebelumnya, Kepala BPIP Yudi Latief menyampaikan publik berhak mempertanyakan besaran honor tersebut. Namun, Yudi menyampaikan banyak orang bau tanah terhormat di dewan pengarah yang tidak menuntut soal gaji.

"Mereka pun menjadi 'korban'. Jadi, tak patut menerima cemooh," ujar Yudi dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan, Selasa (29/5).

Lebih lanjut, Yudi menegaskan dirinya malah meminta publik semoga adil juga dalam penilaiannya, termasuk soal hak yang menjadi hajat hidup para pegawai BPIP.

"Yang jadi kepedulian saya justru hajat hidup pegawai BPIP (Pengarah, Kepala BPIP dan tenaga ahli), yang sehabis hampir setahun bekerja belum mendapatkan hak keuangan," ujar Yudi.

Sumber : CNN Indonesia

Posting Komentar untuk "Mahfud Md: Hingga Detik Ini Anggota Bpip Belum Digaji"