Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Peristiwa Truk Di Bumi Ayu Di Sebabkan Bukan Lantaran Rem Blong

Kecelakaan itu diduga alasannya sopir tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dikala melewati turunan Jalur Paguyangan-Bumiayu.

Polisi menyebut penyebab kecelakaan ajal di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Mei 2018 kemudian bukan alasannya truk yang mengalami rem blong. Kecelakaan itu diduga alasannya sopir tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dikala melewati turunan Jalur Paguyangan-Bumiayu.

“Berdasarkan investigasi jago dari Dinas Perhubungan Brebes, rem di truk masih berfungsi dengan baik. Kaprikornus bukan alasannya rem blong,” kata Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Bakharuddin usai olah daerah insiden perkara (TKP), Selasa, 21 Mei 2018.
Menurut beliau truk yang dikemudikan Pratomo Dianto, 47 tahun, itu mulai mengalami persoalan sehabis melewati flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan. Jarak dari flyover ke lokasi insiden sekitar tiga kilometer.

“Panjang turunan ini cukup panjang. Mulai turun dari flyover ke TKP 3 kilometer. 2 kilometer sebelum TKP seharusnya truk lewat lingkar khusus kendaraan berat, tapi justru bablas ke wilayah kota,” terang dia.

Selain alasannya turunan yang panjang, penyebab lain kecelakaan, kata dia, yaitu alasannya truk kelebihan muatan. Hasil investigasi menyebutkan truk memuat barang seberat 38,800 ton. Padahal, seharusnya mengangkut berat 20,800 ton. “Jadi ada kelebihan lebih dari 18 ton,” katanya.
Kelebihan muatan itulah, katanya, yang memicu gaya kinetik, sehingga mendorong truk yang berjalan sekitar 70 kilometer per jam itu melaju lebih cepat. “Apalagi sopir truk kurang mempunyai keahlian sehingga kesulitan mengendalikan laju kendaraan,” tutur dia.

Truk semakin tak terkendali dikala masuk ke wilayah perkotaan. Menurut, Bakharuddin, panjang TKP mencapai 850 meter. “Truk menabrak kendaraan beroda empat dan 13 sepeda motor sampai karenanya menabrak tujuh rumah dan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Polisi belum dapat menyidik secara intensif terhadap sopir truk alasannya kondisinya masih lemah dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Brebes. “Masih kami selidiki. Kami sudah periksa 12 saksi. Untuk sopir masih belum pulih tapi sudah kami periksa urine dan hasilnya negatif,” katanya.
Salah satu korban, Rudi Hartono, 43 tahun, menyampaikan insiden itu begitu cepat. Dia yang juga pedagang siomay sedang berjualan di sekitar lokasi bersama temannya. Tiba-tiba, dari belakang ada bunyi benturan keras. “Saya pribadi lari dan gerobak aku yang tertabrak truk. Saya sendiri terpental,” katanya.

Meski beliau selamat, tapi tidak bagi rekannya sesama pedagang siomay. “Teman aku di belakang aku kena truk dan meninggal dunia,” katanya. Dia berharap kecelakaan tragis itu menjadi yang terakhir kalinya. Sebab, beberapa bulan yang kemudian insiden yang sama juga terjadi tak jauh dari lokasi insiden dikala ini. “Semoga dapat segera diatasi."

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

Sumber : Tempo.co

Posting Komentar untuk "Penyebab Peristiwa Truk Di Bumi Ayu Di Sebabkan Bukan Lantaran Rem Blong"