Peraturan Di Negara Tiongkok Yang Super Ketat, Perlu Diterapkan Di Indonesia Nih!!!


Negara Tirai Bambu dalam beberapa peraturan memang sering dinilai berlebihan dan terlalu ekstrem. Namun, ternyata ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari mereka, yaitu kedisiplinan dan ketegasan terhadap peraturan. Misalnya saja, dalam hal berlalu lintas mereka sangat ketat sekali, dari SIM (Surat Izin Mengemudi) sampai tata cara menyeberang semua sudah diatur oleh pemerintah.

Selain itu, negara ini tidak banyak menelurkan pejabat yang korupsi alasannya lagi-lagi peraturan ketatnya. Bila mau dibandingkan dengan negara kita, ada beberapa hal yang dapat kita jadikan teladan dan tiru. Seperti apakah? Lebih lengkapnya simak uraian Boombastis berikut

Peraturan khusus siswa biar tak pacaran di sekolah

Masa-masa remaja memang peralihan di mana seorang anak ingin tampil menarik di mata lawan jenis, bila perlu punya orang spesial. Namun, hal tersebut malah menjadi sesuatu yang terlarang di Tiongkok ketika para remaja berada di sekolah. Untuk menghindari pacar-pacaran, pihak sekolah menciptakan kantin (tempat makan) terpisah antara lelaki dan perempuan.

Larangan pacaran dikala di sekolah [Sumber gambar]
Selain itu, para guru akan berpatroli untuk meninjau siapa saja yang melanggar peraturan tersebut. Hebatnya, aturan ini juga diterima dengan bahagia hati oleh para orangtua murid. Melihat gaya pacaran kids zaman now yang sudah ngalah-ngalahin orang dewasa, peraturan ini tampaknya cukup membantu jikalau diterapkan di sekolah.

Para pejabat Tiongkok sangat takut korupsi

Kalau urusan satu ini memang menjadi duduk masalah serius setiap negara, termasuk di Indonesia. Untuk itu, Tiongkok menciptakan peraturan yang tidak main-main sehingga para koruptor takut dan kapok. Tak main-main, siapapun yang tertangkap berair melaksanakan penggelapan uang negara, siap-siap deh, alasannya sanksi mati plus peti yang sudah menunggu.

Hukuman untuk para koruptor [Sumber gambar]
Contoh masalah ini dialami sendiri oleh mantan Menteri Perkeretaapian, Liu Zhijun yang dieksekusi dengan cara ditembak alasannya masalah suap yang ia lakukan. Ya, kita hanya dapat berandai-andai jikalau sanksi ini diberlakukan di Indonesia bagaimana ya?

Jangan coba-coba untuk menyeberang sembarangan kalau tak mau berair kuyup

Salah satu kawasan yang berjulukan Daye di provinsi Hubei menerapkan cara unik biar masyarakatnya tertib dalam menyeberang jalan ketika lampu merah. Mereka menciptakan alat untuk menyemprot penerobos lampu merah pejalan kaki dengan air yang juga dilengkapi dengan sensor pengenalan wajah.

Sistem pendeteksi pelanggar lampu merah [Sumber gambar]

Alat ini berupa tiang pembatas pendek yang dipasang di persimpangan pejalan kaki, dengan sensor dipasang untuk mendeteksi jikalau seseorang melintasi jalan sebelum lampu berkembang menjadi hijau. Wah, kalau ada di Indonesia niscaya banyak banget nih yang berair kuyup!

Keharusan untuk menjadi wisatawan yang beradab

Ketika liburan atau pergi ke tempat rekreasi, orang memang sering melaksanakan hal yang kadang melanggar aturan, menyerupai merusak akomodasi umum yang ada, menciptakan keributan, sampai tingkah memalukan lainnya. Nah, dalam mengantisipasi hal ini, Tiongkok menciptakan satu buku yang berisi aliran dikala berlibur terutama jikalau ke negeri orang.

Larangan selfie bersama bule [Sumber gambar]
Di antara aturannya adalah, hening dan tidak ribut dikala sedang melihat pertunjukan (bioskop), tidak memaksa turis ajaib untuk sembarangan diajak berfoto (selfie), serta sopan dan tidak makan berlebihan. Wah, kalau untuk poin aturan menonton di bioskop dan mengajak bule selfie rasanya cocok banget diterapkan di Indonesia kan?

Memang, Tiongkok selama ini dikenal sebagai rajanya KW, tapi kalau dari segi kebijakan pemerintah rasanya patut diacungi jempol. Indonesia sangat dapat menggandakan empat jenis peraturan di atas kok. Hanya saja masalahnya, apakah kita sudah siap dengan hal tersebut? Jawabannya ada di diri kau masing-masing.

Sumber : Boombastis.com