Perlukah Apple Watch Android, Untuk Manuver Pertahanan Diri Merk Sebesar Apple?

Business image created by Freepik

Perlukah Apple Watch Android, Untuk Manuver Pertahanan Diri Brand Sebesar Apple?

Perlombaan smartwatch harus berakhir. Apple seharusnya menang, tetapi hal ini tidak benar benar terjadi. Sementara perusahaan Cupertino tetap menjadi pembuat smartwatch terkemuka, sementara jumlah pengiriman Apple Watch turun dan pangsa pasarnya perlahan berkurang alasannya yakni meningkatnya persaingan dari Samsung, Garmin dan pembuat jam tradisional menyerupai Fossil.

Pangsa pasar Apple sanggup lebih terganggu sesudah rilis Android Wear 2.0. Sistem operasi yang diperbarui diperlukan akan dirilis pada awal Februari bersama dua jam tangan yang dibangun dalam kerja sama antara LG dan Google. Android Wear 2.0 juga akan menambahkan fitur, menyerupai toko aplikasi on-watch, yang membantu pengguna saat memakai jam tangan tidak lagi bergantung pada ponsel dan terlebih sistem Android Wear 2.0 lebih kompatibel dengan iPhone.

Apple Watch mungkin merupakan jam tangan cerdik yang paling populer, tetapi ini bukan pilihan terbaik untuk semua orang. Ini hanya berfungsi dengan iPhone. Sementara itu, banyak pelacak kebugaran bekerja di Android dan iOS. Untuk mengubah tren ini dan benar-benar mendominasi pasar, Apple harus membawa pengguna untuk kompatible dengan Android.

Tidak dipungkiri Apple Watch yakni perangkat yang jago untuk kualitas penggunaan. Namun ini hanya kompatible dengan layanan Apple di iPhone. Pengguna yang tidak beralih dari iPhone tidak bermasalah. Namun pengguna ingin punya pengalaman lebih dalam memakai jam tangan pintarnya untuk lebih kompatibel pada layanan yang disediakan oleh Google.

Menambahkan derma Android ke Apple Watch sanggup menjadi paku terakhir di peti mati Android Wear dan Tizen, sistem operasi jam tangan Samsung. Ini juga sanggup membantu mengubah beberapa skeptis Apple untuk membeli produk Apple lainnya. Menang-menang. Jika Appe ini

Fleksibilitas yakni kuncinya

Apple harus mengikuti jejak Fitbit dan Garmin, keduanya mengatakan perangkat yang bekerja lintas platform. Apple Watch tetap terkunci ke iOS dan sentra kebugaran khusus iOS. Jika kebugaran yakni fitur terbaik Apple Watch, maka Android, setidaknya, memerlukan aplikasi Aktivitas dan Latihan iOS. Atau perlu sanggup bekerja dengan Google Health. Opsi A terperinci lebih masuk akal.

Sementara pelacak kebugaran tampaknya tidak pernah mempunyai duduk masalah bekerja lintas platform, pengalaman dengan jam cerdik tidak selalu menjadi hal yang hebat. Android Wear di iOS tidak berfungsi sebaik pada ponsel Android (meskipun ini sanggup berubah dengan Android Wear 2.0), dan aplikasi iOS Gear Samsung juga mengalami hal yang sama.

Tetapi bahkan dengan seperangkat fitur dasar yang terbatas, Apple Watch di Android akan menjadi pembelian yang menarik. Ini akan cukup bagi saya - dan mungkin bagi orang lain.

Pertimbangkan iPod

Anda mungkin berpikir ini tidak masuk akal, tetapi pertimbangkan iPod. Apple akibatnya membawa iTunes ke Windows, sebuah langkah yang tidak akan pernah terjadi, dan itulah alasan iPod menjadi sukses besar. Hal yang sama sanggup dikatakan ihwal iPhone. Penjualan meledak saat ketersediaan ponsel di AS meluas melampaui AT & T.

Apple sekarang yakni perusahaan paling berharga di dunia, tetapi para analis dan kritik Wall Street mengajukan pertanyaan ihwal masa depan perusahaan. Berapa usang lagi bergantung pada iPhone?

Komentar