Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Selain Malin Kundang, 3 Legenda Ini Juga Kisahkan Insan Jadi Batu

Ternyata tak hanya Indonesia yang mempunyai kisah insan dikutuk menjadi watu menyerupai Malin Kundang. Di kepingan bumi lain pun ada

Ternyata tak hanya Indonesia yang mempunyai kisah insan dikutuk menjadi watu menyerupai Malin Kundang. Di kepingan bumi lain pun ada. Bagi sebagaian besar orang, kisah anak durhaka Malin Kundang niscaya sudah banyak didengar. Dalam legenda itu, Malin yang menyakiti ibunya kemudian dikutuk menjadi sebuah batu.

Meski menciptakan orang dibentuk percaya dan tidak, watu Malin Kundang yang terletak di Pantai Air Manis, Kota Padang tersebut bisa menarik minat para wisatwan untuk melihatnya secara langsung.

Ternyata kisah kutukan yang mengubah insan menjadi watu ternyata tak hanya terjadi di Indonesia saja. Penasaran negara mana saja yang punya kisah kutukan yang menyerupai mirip Malin Kundang? Berikut rangkumannya.

1. Bowermans Nose, Inggris

(Foto: Holiday in Dartmoor) Susuna watu granit ini dipercaya merupakan sosok dari pemburu berjulukan Bowerman yang dikutuk penyihir.

Bowerman's Nose yaitu susunan watu granit kuno Dengan tinggi menjulang 6,6 meter. Jika dilihat dari sudut tertentu tumpukan watu ini tampak menyerupai sosok insan bertopi. Cerita mistis perihal watu ini berkembang di kalangan masyarakat setempat dan dunia.

Bowerman yaitu nama seorang pemburu yang tinggal di sekitar Dartmoor seribu tahun lalu. Menurut cerita, Bowerman bersama anjingnya memasuki daerah kekuasaan para penyihir yang sedang melaksanakan ritual keramat.

Salah satu peliharaannya itu kemudian menumpahkan kuali yang dipakai para penyihir untuk ritual. Penyihir itu tidak terima kemudian mengutuk mereka semua menjadi batu.

2. Tebing Three Sisters, Australia

(Foto: Wikipedia) Three Sister merupakan tiga watu besar yang terletak di Blue Mountains, New South Wales, Australia. 

Batu ini berkaitan erat dengan lagenda Suku Aborigin, tiga saudari yang disihir ketua suku menjadi tebing.

Tebing Three Sisters atau Tiga Saudari masuk ke daerah Taman Nasional Blue Mountains di New South Wales, Australia.

Ada legenda Suku Aborigin di balik tiga tebing ini. Ribuan tahun kemudian hiduplah tiga gadis Aborigin berjulukan Meehni, Wimlah dan Gunnedoo. Ketiga abang adik dari suku Katoomba ini menjalin cinta dengan perjaka dari suku Nepea.

Pernikahan antara suku Katoomba dan Nepea tak dibolehkan secara aturan adat. Untuk melindungi tiga gadis itu dari bahaya suku lain, tetua suku Katoomba mengubah mereka menjadi tebing batu. Niatnya hanya sementara, sampai peperangan berakhir.

Namun sang tetua suku tewas dalam sebuah pertempuran. Tak ada lagi yang bisa membebaskan Meehni, Wimlah dan Gunnedoo dari mantra itu. Selamanya mereka menjadi tebing watu di Blue Mountains.

3. Kota watu Kuklica

Situs Merry Wedding di Kuklica, erat Kratovo di Makedonia (Wikipedia)

Kota watu berada di Desa Kuklica, erat Kratovo di Republik Makedonia. Menurut legenda setempat, menyerupai dikutip dari The Vintage News, diceritakan hidup seorang tukang watu di desa Kuklica yang akan menikahi dua gadis. Gadis pertama cantik, tapi miskin. Sementara wanita kedua kaya raya, namun wajahnya biasa saja.

Lalu, ia tetapkan untuk menikahi keduanya pada hari yang sama, tapi pada waktu berbeda. Si tukang watu tetapkan menikahi wanita kaya terlebih dahulu. Sial baginya, musik yang dimainkan di pesta perkawinannya yang pertama terdengar sampai ke dataran tinggi, dimana tempat gadis pertama tinggal.

Sang gadis pertama menyadari calon suaminya sedang menikahi wanita lain. Karena merasa murka, ia pun mengeluarkan kutukan yang jadinya mengubah siapapun yang ada di sana jadi batu.

Area yang diyakini sebagai lokasi perkawinan sekarang dikenal sebagai 'The Merry Wedding' sebab watu si mak comblang terlihat sedang tersenyum, sementara pasangan pengantin dalam posisi berdekatan.

Reporter

Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka.com

Sumber : liputan6.com

Posting Komentar untuk "Selain Malin Kundang, 3 Legenda Ini Juga Kisahkan Insan Jadi Batu"