Ternyata Sedotan Plastik Bahaya, Kenapa Ya?

Selebriti penggiat lingkungan dan penyelam Nadine Chandrawinata mendukung gerakan untuk mengurangi sampah plastik di lautan.

Ratusan orang yang mengenakan kaos biru berjalan di sekitar bulat kemudian lintas Hotel Indonesia di Jakarta Pusat selama Car Free Day pada hari Minggu untuk berkampanye melawan penggunaan sedotan plastik.

Diselenggarakan oleh perusahaan kosmetik Body Shop Indonesia, para pecinta lingkungan di T-shirt biru ialah sukarelawan yang mengumpulkan sedotan plastik dan mengatakan kepada orang yang lewat sebuah alternatif ramah lingkungan yang terbuat dari kertas.

“Kami berhasil mengumpulkan lebih dari 2.000 sedotan plastik dalam waktu kurang dari satu jam,” kata CEO Body Shop Indonesia, Aryo Widiwardhono.

"The Body Shop Indonesia telah mengkampanyekan gerakan antiplastik semenjak 2013. Dibutuhkan 500 sampai 1.000 tahun untuk sampah plastik untuk terurai dan ini ialah salah satu polutan terbesar di dunia," tambahnya.

Aktivis mengumpulkan total 2.458 sedotan, masing-masing berukuran 22 cm, pada simpulan Car Free Day.

Jika dirangkai, sedotan akan membentang sepanjang 539 meter.

Sedotan plastik itu kemudian dibawa ke bank sampah Bank Sampah Kreasi di Rawasari, Jakarta Pusat.

Selebriti penggiat lingkungan dan penyelam Nadine Chandrawinata mendukung gerakan untuk mengurangi sampah plastik di lautan.

“Setiap kali kami di kafetaria dan akan memesan minuman, beri tahu pelayan bahwa kami tidak perlu sedotan. Kami harus mulai membawa jerami kami sendiri yang sanggup dipakai kembali dari rumah, ”katanya, mencatat bahwa sedotan stainless dijual di banyak toko. (vla / evi)

Sumber : Thejakartapost.com

Komentar